Mengenal Apa itu Reksadana dan Pentingnya Berinvestasi Sejak Dini

Mengenal Apa itu Reksadana dan Pentingnya Berinvestasi Sejak Dini

Afupedia - Jika kamu mengikuti pemberitaan seputar ekonomi dan bisnis maka kamu pasti menyadari bahwa akhir-akhir ini Reksadana adalah salah satu topik yang paling sering diperbincangkan, baik oleh pihak swasta dan pengusaha maupun oleh pihak pemerintah.

Investasi Reksadana

Reksadana makin menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan kasus PT Asuransi Jiwasraya, dimana Jiwasraya diduga telah telah melakukan investasi di saham-saham berkinerja buruk dengan harga gocap (Rp50) perunitnya yang sebelumnya telah dibalut dengan modus investasi Reksadana.

Pemberitaan ini tentu membuat citra Reksadana menjadi buruk dimata masyarakat, terutama bagi masyarakat yang tidak familiar dengan apa itu Reksadana dan mengira bahwa Reksadana adalah jenis investasi yang berbahaya dan beresiko tinggi.

Belum lagi masalah yang ditimbulkan oleh PT Mina Padi Aset Manajemen, dimana akhirnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk menutup 6 Reksadana yang dikelola oleh perusahaan tersebut, membuat masyarakat makin ragu untuk bberinvestasi di Reksadana.

Namun sebagai investor atau calon investor yang tertarik untuk berinvestasi di Reksadana sebenarnya kamu tidak perlu khawatir dengan beberapa pemberitaan miring diatas, karena nyatanya Reksadana adalah wadah investasi yang baik dan relatif aman.

Apa itu Reksadana?

Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor) untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.”

Pada dasarnya Reksadana adalah wadah bagi masyarakat yang ingin berinvestasi namun tidak ingin dipusingkan dengan masalah birokrasi dan penjanjian yang ribet, karena dana dari masyarakat tersebut akan dikelola dengan baik oleh ahlinya yang dinamakan Manajer Investasi.

Manajer Investasi adalah pihak yang akan mengelola dana para investor, oleh karena itu salah satu hal terpenting sebelum memutuskan untuk berinvestasi adalah mencari tau terlebih dahulu track record dari Manajer Investasi yang akan dipercaya mengelola dana kita.

Manajer Investasi yang baik biasanya akan menempatkan dana kita pada instrumen investasi yang memiliki kinerja baik juga, sehingga dengan begini dana yang sudah dipercayakan oleh kita sebagai investor akan bertumbuh dan memberikan return atau keuntungan yang diharapkan.

Selain dikelola oleh Manajer Investasi yang ahli, berinvestasi Reksadana juga memiliki beberapa kelebihan lainnya, seperti nilainya yang terjangkau mulai dari Rp 10.000, bisa dicairkan kapan saja, biaya administrasi yang rendah (bahkan ada yang 0%), hingga potensi return atau keuntungan yang tinggi

Reksadana sendiri memiliki beberapa jenis berdasarkan tingkat resikonya, yang paling umum adalah Reksadana Pasar Uang dengan resiko paling rendah (nyaris tanpa resiko), Reksadana Pendapatan Tetap atau Obligasi dengan resiko menegah relatif aman, dan Reksadana saham yang fluktuatif dengan rekomendasi investasi jangka panjang.

Ada lagi Reksadana campuran yang resikonya berada diantara Reksadana Pendapatan Tetap dan Reksadana Saham, serta Reksadana Index yang hampir mirip dengan saham namun dikelola secara pasif yang artinya tidak melakukan jual beli di bursa, tingkat resikonya sendiri berada dibawah Reksadana Saham.

Apakah Investasi Reksadana Aman?

Reksadana adalah salah satu produk investasi resmi yang diatur dan diawasi oleh pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan saat ini, OJK mulai mengatur dan mengawasi perusahan dan produk keuangan yang berbasis teknologi (fintech/financial technology).

Semua yang berkaitan dengan reksadana pasti diawasi oleh OJK, mulai dari produk reksadana itu sendiri, manajer investasi (MI) yang mengelolanya, agen penjual efek reksadana (APERD) yang menyalurkan produk, hingga bank kustodian (BK) yang menyimpan uang investor.

Dana yang ada pada reksadana pun secara aman disimpan pada Bank Kustodian atau bank umum yang mendapatkan izin untuk melakukan fungsi kustodian (penyimpanan) dari OJK. Sehingga investor tidak perlu khawatir uangnya akan disalahgunakan atau dibawa kabur oleh perusahaan pengelola  investasi (manajer investasi) ataupun APERD tempat kita membeli reksadana.

Risiko Investasi Reksadana

Sebagai sebuah produk investasi, reksadana juga memiliki risiko yang datang dari isinya atau kumpulan asetnya (portofolio). Produk ini menanamkan uang di instrumen pasar modal seperti saham dan obligasi yang pergerakannya cukup fluktuatif, alias bisa naik dan turun dalam jangka waktu yang cepat.

Dalam hal ini, potensi risiko yang dapat terjadi pada reksadana adalah berkurang atau menurunnya nilai aset yang kita investasikan akibat pasar keuangan yang berfluktuasi. Meskipun begitu, penurunan yang terjadi ini tidak sampai membuat dana yang tersimpan pada reksadana menjadi Rp0 atau hilang tak tersisa sama sekali.

Risiko pada reksadana juga bisa dibedakan atau jenis reksadana yang dipilih, reksadana pasar uang memiliki risiko paling rendah, reksadana obligasi memiliki rIsiko menengah, dan reksadana saham memiliki risiko yang lebih tinggi, risiko maksudnya adalah berdasarkan kenaikan dan penurunan harga unit reksadananya.

Pentingnya Berinvestasi Sejak Dini

Sekarang kita telah memahami sedikit banyak tentang apa itu Reksadana, lalu sebenernya mengapa pemerintah sangat mengajurkan kita sebagai masyarakat untuk berinvestasi sejak dini?

Ajakan untuk berinvestasi sejak dini sendiri sebenarnya merupakan ajakan yang baik dari pemerintah, menimbang negara kita terus mengalami inflasi setiap tahunnya, inflasi sendiri adalah kondisi dimana harga-harga cenderung naik sehingga nilai uang yang kita miliki menjadi berkurang tanpa kita sadari.

Pada bulan desember 2014 negara kita mengalami inflasi hingga 8,36%, angka ini sendiri berada diatas suku bunga tabungan bank yang hanya berada di angka 1-4% pertahun, dengan kondisi ini saja jelas sudah bahwa nilai tabungan kita menurun dengan sendirinya tanpa kita ambil atau gunakan sama sekali

Reksadana sendiri memiliki persentase return yang cukup tinggi, dimana makin tinggi profil resikonya makin tinggi juga return yang ditawarkan. Reksadana pasar uang misalnya, menawarkan return rata-rata 5-7% pertahun, dan Reksadana Pendapatan Tetap atau Obligasi menawarkan return di angka 10-15% pertahunnya,

Return atau keuntungan yang cukup tinggi ini tentu bisa melawan inflasi yang terjadi setiap tahunnya, hal inilah yang membuat pemerintah mengajak kita sebagai masyarakat untuk mulai berinvestasi sejak dini, selain itu dengan berinvestasi pada instrumen aset yang dimiliki oleh pemerintah secara tidak langsung kita juga telah membantu pembangunan ekonomi di Indonesia.

Jika kamu sudah siap untuk mulai berinvestasi Reksadana, mungkin kamu bisa mencoba 5 aplikasi investasi reksadana terbaik di Indonesia pada saat ini, kelima aplikasi tersebut adalah Bibit, TanamDuit, Bareksa, Bukareksa dari Bukalapak dan Tokoreksa dari Tokopedia.

Demikianlah sedikit informasi seputar apa itu Reksadana dan pentingnya berinvestasi sejak dini, jika kamu masih punya pertanyaaan terkait investasi Reksadana silahkan tulis dikolom komentar, kami akan menjawabnya sesegera mungkin. Mari mulai berinvestasi!

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama